Tuesday, May 10, 2016

Belajar Model Pada CodeIgniter

Sumber: http://helmykkediricomp.blogspot.co.id/

Membuat CRUD ( Create, Read, Update, Delete ) - Pada Frame works CodeIgniter , CRUD merupakan suatu fungsi dasar yang harus ada dalam sebuah pemrograman atau aplikasi karena proses menambahkan, mengubah, membaca dan menghapus data merupakan fungsi vital yang harus ada dalam sebuah aplikasi dinamis.

Pengenalan Framework CodeIgniter 

Frameworks CodeIgniter merupakan salah satu framework yang disediakan untuk membangun sebuah website dengan lebih efisien, cepat, mudah dan aman. Framework ini memakai sebuah system yang dikenal dengan MVC (Model-View-Controller) di mana masing-masing memiliki fungsi diantaranya :

– Model, digunakan untuk mengelola atau mengatur segala jenis hal yang berhubungan dengan data atau database dan tidak boleh ada source code untuk membuat tampilan karena untuk tampilan dimasukkan kedalam view.
– View, merupakan tempat untuk mengelola segala macam source code yang berhubungan dengan tampilan suatu halaman web  meliputi HTML,CSS, maupun Javascript.
– Controller, merupakan tempat yang berfungsi memanggil atau menyambungkan antara View dengan  Model.

Berikut kita akan belajar membuat CRUD data barang  :

1. Buat Database dengan nama misal CRUDCodeIgniter dan buat tabel dengan nama data_barangkemudian isikan field nama dan tipe data sebagai berikut :

- nama id type data int panjang 11
- nama nama type data int panjang 150 
- nama harga type data float panjang 11 
- nama stok type data int panjang 11 
  

Tabel data_barang

2. Konfigurasi database , masuk di C:\xampp\htdocs\CRUDCodeIgniter\application\config dan edit file database.php cari systax berikut :

 $db['default']['hostname'] = 'localhost';  // masukkan host name
$db['default']['username'] = 'root';         // user name root default
$db['default']['password'] = '';                // pass kosong default
$db['default']['database'] = 'CRUDCodeIgniter';   // nama database

3. Selanjutnya kita rubah base_url  ( alamat untuk memanggil codeigniter ) karena bisa jadi folder yang kita buat berbeda-beda namanya , buka CRUDCodeIgniter \ application \ config \ config.phpkemudian cari kode syntax dibawah ini :

 $config['base_url']    = 'http://localhost:81/CRUDCodeIgniter/'; 
// silahkan di ubah sesuai konfigurasi anda 

4. Selanjutnya buat file data_produk.php padaC:\xampp\htdocs\CRUDCodeIgniter\application\controllers  kemudian masukkan kode berikut ini :

 
//nama class harus diawali dengan kapital, walaupun nama file semua kecil
class Data_produk extends CI_Controller {

    public function index()
    {
        $this->load->helper('url');
        $this->load->database();   //memanggil pengaturan database dan mengaktifkannya
        $this->load->model('m_data_produk');  //memanggil model m_data_produk
        $data['data_produk'] = $this->m_data_produk->list_data();//memanggil fungsi di model dan menerima hasil fungsi yang dimasukan ke $data['data_produk']
        $this->load->view('v_data_produk',$data);//memanggil view yang nanti kita akan buat dan memasukan $data dari model tadi
    }
   
    public function Input()
    {
        $this->load->helper('form');//memanggil helper form nanti penggunaannya di v_input_produk.php
        $data['type']="INPUT";// definisi type, karena nanti juga ada edit
        $this->load->view('v_input_produk',$data);// memanggil view v_input_produk.php
    }
   
    public function Edit()
    {
        $this->load->helper('form');//memanggil helper form nanti penggunaannya di v_input_produk.php
       
        $this->load->database();//memanggil pengaturan database dan mengaktifkannya
        $this->load->model('m_data_produk');//memanggil model m_data_produk.php
       
        $id = $this->input->get('produk');//mengambil param produk dari get
        $data['produk'] = $this->m_data_produk->getEdit($id);
        $data['type']="EDIT";// definisi type, karena nanti juga ada edit
        $this->load->view('v_input_produk',$data);// memanggil view v_input_produk.php
    }
   
    public function Post(){
        $this->load->database();//memanggil pengaturan database dan mengaktifkannya
        $this->load->model('m_data_produk');//memanggil model m_data_produk.php
       
        //mengambil data dari post memasukan ke array agar lebih mudah 
        $param = array(
                'nama' => $this->input->post('nama'),
                'harga' => $this->input->post('harga'),
                'stok'=> $this->input->post('stok')
                );
        //jika simpan == input 
        if($this->input->post('simpan')=="INPUT"){
            $this->m_data_produk->input($param);   
        }else
        if($this->input->post('simpan')=="EDIT"){
            $id= $this->input->post('id');
            $this->m_data_produk->edit($param,$id);   
        }
       
        //memanggil helper url untuk fungsi redirect
        $this->load->helper('url');
        //mengalihkan ke list data produk setelah input atau edit selesai
        redirect('data_produk','refresh');
    }
   
    public function Delete(){
        $this->load->database();//memanggil pengaturan database dan mengaktifkannya
        $this->load->model('m_data_produk');//memanggil model m_data_produk.php
        $id = $this->input->get('produk');
        $this->m_data_produk->delete($id);
       
        $this->load->helper('url');
        redirect('data_produk','refresh');
    }
}
5. Lalu kita buat models , silahkan menuju keC:\xampp\htdocs\CRUDCodeIgniter\application\models
lalu buat file baru bernama m_data_produk.php dan masukkan script berikut :

 class M_data_produk extends CI_Model {
  
 function __construct()
    {
        // Memanggil Model constructor
        parent::__construct();
    }
     
    function list_data(){
        $query = $this->db->get('data_barang');// mengambil semua data dari tabel data_barang
         
        return $query->result();// mengembalikan ke controller hasil dari query ke table data_barang
    }
    
    function input($param){
        $this->db->insert('data_barang',$param);
        return true;
    }
    
    function getEdit($id){
        $this->db->where('id',$id);
        $query = $this->db->get('data_barang');
        
        return $query->result();
    }
    
    function edit($param,$id){
        $this->db->where('id',$id);
        $this->db->update('data_barang',$param);
        return true;
    }
    
    function delete($id){  // hapus data berdasarkan id
        $this->db->where('id',$id);
        $this->db->delete('data_barang');
    }
}
 6. Untuk menampilkan hasilnya kita buat view nya , view berfungsi untuk menampilkan halaman dan view berisi html, php maupun java script silahkan menuju keC:\xampp\htdocs\CRUDCodeIgniter\application\views  dan buat file baru bernamav_data_produk.php setelah itu masukkan script berikut :


isi file v_data_produk.php


Hasilnya :

Cara Membuat View Pada CodeIgniter

Sumber: http://www.malasngoding.com/

Setelah mempelajari tentang cara membuat controller pada codeigniter dan pengertian serta cara menggunakan codeigniter pada tutorial sebelumnya di malasngoding.com, maka untuk kelanjutan dari tutorial codeigniter dasar saya akan menjelaskan tentangcara membuat view pada codeigniter. seperti yang sudah di jelaskan bahwa view pada codeigniter merguna untuk meng-handle urusan tampilan dari aplikasi yang kita buat menggunakan codeigniter. view bertugas menampilkan user interface kepada user, sesuai dengan fungsi MVC yang memisahkan model, controller dan view sehingga memudahkan developer atau programmer dalam membuat pembaharuan serta dapat memudahkan developer bekerja dalam tim pada saat membangun aplikasi berbasis web menggunakan codeigniter. sehingga web designer yang menangani tampilan user interface tidak perlu berurusan dengan back-end karena jatah kerja web designer ada pada view yang terletak pada folder view pada codeigniter. application/view/

cara membuat view pada codeigniter caranya sangat mudah, anda hanya perlu membuat file baru pada folder view

application/view

buat view dengan nama file nya terserah anda. di sini saya membuat view dengan nama view_belajar.php

aplication\view\view_belajar.php

kemudian ketik kan

Cara Membuat View Pada CodeIgniter | MalasNgoding.com

Cara Membuat View Pada CodeIgniter

Ini adalah view view_belajar.php

Ini adalah view yang di tampilkan pada controller belajar, method halo


dan untuk cara memanggil atau menampilkan view nya silahkan buka controller anda, di sini saya membuat controller belajar.php dan membuat method halo.
kemudiaan ketikkan code pada file belajar.php sebagai berikut:

defined('BASEPATH') OR exit('No direct script access allowed');

class Belajar extends CI_Controller {
function __construct(){
parent::__construct();
}

public function index(){
echo "ini method index pada controller belajar | cara membuat controller pada codeigniter | MalasNgoding.com";
}

public function halo(){
$this->load->view('view_belajar');
}

}


perhatikan pada method halo di atas. pada method halo ini saya menampilkan view view_belajar.php

public function halo(){
$this->load->view('view_belajar');
}

anda tidak perlu lagi menuliskan .php pada saat memanggil view. syntax $this->load->view() dengan otomatis mengakses folder application/view codeigniter. dan coba kita jalankan pada browser method halo untuk menampilkan view view_belajar.php

dapat di perhatikan pada contoh di atas. view view_belajar.php pun muncul pada saat kita akses method halo. dan bagaimana cara membuat view di dalam subfolder. misalnya untuk sebagian view ada yang ingin anda kumpulkan pada sebuah folder untuk membuat view lebih rapi dan terstruktur. misalnya anda meletakkan view yang ingin anda panggil di dalam suatu folder. misalnya anda meletakkan view view_belajar.php di dalam folder ngoding di dalam view codeigniter. application/view/ngoding/view_belajar.php
dan cara memanggil view view_belajar.php yang terletak di dalam folder ngoding caranya anda hanya perlu memasukkan juga nama folder tempat view yang anda ingin tampilkan berada.
$this->load->view('ngoding/view_belajar');
oke selamat mencoba!!


Thursday, September 17, 2015

Tentang Controllers di CodeIgniter

Controller adalah jantung dalam pada aplikasi yang menggunakan framework ini, karena controller yang menangani HTTP Request.

Sebagai contoh URL berikut

 example.com/index.php/blog/

*Penjelasan URL diatas

URL Helper dari Codeigniter akan otomatis mencari file blog.php untuk diload sesuai dengan URL Segment pertama.

Catt:

Nama file harus sama dengan nama class. Ex : blog.php dan function Blog()

Nama class harus dimulai dengan huruf besar. 

Wednesday, September 16, 2015

PHP: Perbedaan Fungsi include(), require(), include_once() dan require_once()

PHP memiliki kemampuan untuk menyertakan file php lainnya ke dalam suatu program PHP. Tentunya kemampuan ini sangat berguna bagi programmer karena tidak perlu menuliskan suatu perintah yang diperlukan di setiap file berulang kali, cukup ditulis di satu file dan disertakan di file yang memerlukannya. Contoh bagian dari program PHP yang biasanya dituliskan di file terpisah dan disertakan di file-file lainnya adalah potongan program untuk melakukan koneksi ke database. Kita tentu sudah memahami bahwa koneksi ke database harus dilakukan terlebih dahulu sebelum kita berurusan dengan data yang disimpan di database.
Terkait dengan hal tersebut, PHP memiliki beberapa fungsi untuk menyertakan suatu file yaitu include(), require(), include_once() dan require_once(). Lalu apa perbedaan antara keempat fungsi tersebut? Dan sebaiknya kita menggunakan fungsi yang mana? Dalam tutorial singkat ini akan dijelaskan mengenai maksud dan perbedaan dari fungsi-fungsi tersebut serta kapan kita harus menggunakannya.

Perbedaan Fungsi include() dan require()

Terkait dengan fungsi include(), manual PHP menyatakan bahwa “The include statement includes and evaluates the specified file”. Artinya fungsi include() akan menyertakan dan mengevaluasi seluruh program yang ada di file yang disertakan. Jika terdapat error pada program yang disertakan, maka error akan ditampilkan di layar. Dan jika file yang disertakan ternyata tidak ditemukan (mungkin karena lokasi yang salah atau memang file tidak ada), maka program selanjutnya (setelah include) akan tetap dijalankan walaupun ditampilkan error.

Friday, August 29, 2014

Pengertian JSON



JSON (JavaScript Object Notation) merupakan format yang ringan untuk memasukan data ke dalam sebuah variabel. Sangat mudah dimengerti dan diimplementasikan oleh manusia, dan mudah juga untuk komputer dalam melakukan parsingnya.

JSON merupakan bagian dari bahasa pemrograman JavaScript (Standard ECMA-262 3rd Edition – December 1999). JSON merupakan format teks yang sepenuhnya independen tetapi menggunakan konvensi yang familiar dengan bahasa pemrograman dari keluarga-C, termasuk C, C++, C#, Java, JavaScript, Perl, Python, dan sebagainya. Kelebihan inilah yang membuat JSON menjadi sebuah bahasa data-interchange yang ideal.

JSON dibangun dalam dua struktur:
  1. Beberapa pasangan dari nama/nilai. Dalam beberapa bahasa perograman biasa disebut dengan istilah object, record, struct, tabel hash, key list atau associative array.
  2. Nilai-nilai yang terusun secara ordered list. Biasa disebut dengan array, vector, list atau daftar dalam bahasa pemrograman.
 JSON adalah struktur data yang universal, dalam artian bisa digunakan dalam berbagai bahasa pemrograman. Hampir semua bahasa pemrograman mendukung penuh JSON dalam berbagai format. Hal ini memungkinkan format data yang dapat dipertukarkan menggunakan bahasa pemrograman juga menggunakan dasar dari struktur JSON.

Format data JSON mempunyai aturan sebagai berikut:


Object adalah satu set nama/nilai yang tidak terurut (An object is an unordered set of name/value pairs). Penulisan object dimulai dengan tanda { (left brace) dan diakhiri dengan tanda } (right brace). Setiap nama diikuti oleh tanda : (colon) dan pasangan nama/nilai dipisahkan dengan tanda , (comma).
 

Array adalah sekumpulan nilai yang teratur (An array is an ordered collection of values). Penulisan sebuah array dimulai dengan tanda [ (left bracket) dan diakhiri dengan tanda ] (right bracket). Nilai dipisahkan menggunakan tanda , (comma).

 
Nilai bisa berupa string dalam tanda kutip, atau number (angka), TRUE atau FALSE atau NULL, sebuah object atau sebuah array. Struktur ini dapat ditulis menggunakan metode bersarang.




String adalah rangkaian atau urutan karakter unicode yang berada dalam tanda kutip, bisa juga hanya berisi karakter kosong, menggunakan tanda \ (backslash) untuk escape. Karakter di representasikan sebagai string tunggal. Tipe data string pada JSON sangat mirip dengan definisi pada bahasa C atau Java.


Number sangat mirip dengan definisi pada bahasa C atau Java, hanya saja tipe bilangan oktal dan heksadesimal tidak digunakan.

 
Ruang kosong (Whitespace) dapat diselipkan diantara pasangan atau token apa saja. Kecuali detail encoding, yang secara jelas akan berfungsi untuk menjelaskan bahasa yang digunakan.

JSON sangat berguna saat kita sering melakukan pertukaran data pada sebuah aplikasi. Contoh nyata adalah penggunaan tabulasi menggunakan JqGrid, yang merupakan salah satu plugin jQuery untuk menampilkan data dalam bentuk spreadsheet. Plugin ini juga mendukung format JSON, selain format XML. 

Sumber:  http://setoelkahfi.web.id/

Wednesday, April 10, 2013

Pengertian Java dan JDK

sumber :http://omyphizha.blogspot.com/2012/12/pengertian-java-dan-jdk.html


Java adalah sebuah teknologi yang diperkenalkan oleh Sun Cryptosystems pada pertengahan tahun 1990. Menurut definisi Sun, Java adalah nama untuk sekumpulan teknologi untuk membuat dan menjalankan perangkat lunak pada computer standalone ataupun pada lingkungan jaringan. Kita lebih menyukai Java sebagai sebuah teknologi disbanding hanya sebuah bahasa pemrograman, karena Java lebih lengkap karena Java lebih lengkap dibanding sebuah bahasa pemrograman konvensional. Teknologi Java memiliki tiga komponen penting, yaitu:
·      Programming-language specification
·      Application-programming interface
·      Virtual-machine specification
JDK (Java Development Kit)
 untuk pengembang Java. Sejak diperkenalkannya Java, telah jauh SDK Java yang paling banyak digunakan.
 Pada tanggal 17 November 2006, Sun mengumumkan bahwa akan dirilis di bawah GNU General Public License (GPL), 
sehingga membuat perangkat lunak bebas.  
Hal ini terjadi sebagian besar pada tanggal 8 Mei 2007 [3]; Sun kontribusi kode sumber untuk JDKOpen.
JRL (Java Research License)
JRL (JAVA RESEARCH LICENSE) ini dibuat khusus untuk universitas dan peneliti yang ingin menggunakan teknologi Java [tm] 
sebagai subyek pembelajaran dan penelitian. Ia ditulis untuk menyederhanakan dan bersantai persyaratan 
bagian yang ada "penelitian" dari SCSL saat ini. JRL adalah lisensi yang diciptakan khusus untuk universitas dan peneliti yang ingin 
menggunakan teknologi Java sebagai subyek pembelajaran dan penelitian. itu ditulis untuk menyederhanakan dan bersantai persyaratan 
bagian yang ada "penelitian" dari SCSL saat ini.  

NetBeans
NetBeans mengacu pada kedua kerangka platform untuk aplikasi desktop Java, dan sebuah lingkungan pengembangan terpadu (IDE) 
untuk pengembangan dengan Java, JavaScript, PHP, Python, Ruby, Groovy, C, C + +, Scala, Clojure, dan lain-lain. 
NetBeans IDE ditulis dalam Java dan berjalan di mana-mana di mana JVM yang diinstal, termasuk Windows, Mac OS, Linux, 

dan Solaris. Sebuah JDK diperlukan untuk pengembangan fungsionalitas Jawa, tetapi tidak diperlukan untuk pembangunan 
di bahasa pemrograman lain. Platform NetBeans memungkinkan aplikasi untuk dikembangkan dari satu set komponen perangkat lunak 
moduler yang disebut modul. Aplikasi berbasis platform NetBeans (termasuk IDE NetBeans) dapat diperpanjang oleh pengembang
 pihak ketiga.

Tuesday, April 9, 2013

Perbedaan Java SE,ME,EE dan JRE

sumber:
http://www.vavai.com/blog/index.php?/archives/593-Variasi-Java-Apa-Beda-Java-SE,-Java-ME,-Java-EE-dan-JRE.html

Buat pemula bahasa pemrogramman Java, proses mendownload paket bahasa pemrogramman Java sudah cukup membingungkan. Mau mendownload Java SDK (Software Development Kit) yang mana ? Java SE (Standard Edition), Java ME (Micro Edition, kadang disebut Mobile Edition) atau Java EE (Enterprise Edition) ? Kalau saya ingin membuat aplikasi untuk kantor, apakah tepat jika saya mendownload Java EE untuk belajar membuat aplikasi tersebut ? Apakah standard edition “hanya” memuat aplikasi terbatas [namanya juga standar]. Apakah nanti tidak bermasalah jika awalnya saya menggunakan Java SE dan baru nanti menggunakan Java EE ? Apakah JRE (Java Runtime Environment) perlu diinstall terpisah ?
Jika anda mulai belajar Java, gunakan Java SE ! Java SE bukan berarti Java dengan kemampuan terbatas. Standard disini lebih kepada paket fundamental Java, bukan batasan dalam arti fasilitas yang serba kurang.
Java Platform, Standard Edition (also known as Java 2 Platform) lets you develop and deploy Java applications on desktops and servers, as well as today’s demanding Embedded and Real-Time environments. Java SE includes classes that support the development of Java Web Services and provides the foundation for Java Platform, Enterprise Edition (Java EE).
Jika demikian, apakah bisa jika kita langsung memilih paket Netbeans + Java SE misalnya ? Jawabnya bisa saja, meski instalasi secara terpisah-pun tidak ada masalah. Tentu saja Java SE harus diinstall lebih dahulu, baru Netbeans / Eclipse menyusul.
Java EE biasanya sudah dibundel pada paket development tools maupun application server yang kita gunakan. Netbeans, Sun Java Creator atau Eclipse bisa secara paket menyertakannya.
Java ME sesuai dengan namanya ditujukan untuk aplikasi embedded pada mobile / micro devices, seperti PDA, HP, Barcode Scanner / PDT (Portable Data Terminal) dll.
JRE adalah paket lingkungan yang dibutuhkan jika ingin menjalankan aplikasi Java. Jika kita hanya ingin menjalankan aplikasi Java tanpa membuat atau mengubahnya, kita tidak perlu melakukan instalasi Java SDK. Yang diperlukan hanyalah JRE ini.
Jika kita melakukan instalasi Java SDK, kita tidak perlu melakukan instalasi JRE, karena JRE ini sudah dibundel dalam Java SDK.
Dengan pemahaman yang jelas mengenai perbedaan masing-masing Java SDK, kita bisa belajar Java dengan lebih tenang dan nyaman :-).